Takut Dijemput Paksa, Anggita Sari Hadiri Sidang Jhon Weku

Takut dijemput paksa, lantaran 2 kali tak menghadiri sidang Jon Weku, akhirnya Anggita Sari akhirnya menghadiri panggilan jaksa penuntut umum sebagai saksi di sidang kasus perampokan bagi PSK kelas atas.
Anggita tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pukul 16.20 WIB, Rabu (11/12). Ia mengenakan kemeja kotak-kotak warna merah dan celana jeans warna hitam. Anggita menguncir rambutnya ke belakang dan mengenakan kaca mata warna putih.
Anggita tampak santai dan menebar senyum pada beberapa orang yang memanggilnya. Dengan menenteng tas cokelat di tangan kanannya ia melangkah gontai menuju ruang tunggu.
Tak sampai 5 menit, Anggita memasuki ruang sidang. Tersangka John Weku sudah duduk di ruang sidang ditemani para kuasa hukumnya. Sidang yang diketuai oleh hakim Ricard Silalahi langsung dimulai.
Dalam kesaksiannya, Anggita yang pernah menjadi kekasih gembong narkoba terpidana mati, Freddy Budiman ini mengungkapkan kecurigaannya kepada rekannya sendiri, Febi Rupita yang sama-sama menjadi korban perampokan disertai kekerasan oleh John Weku. Ada beberapa hal yang menurut Anggita janggal saat keduanya disekap di Hotel Harris.
“Semua harta yang saya bawa diambil sama terdakwa. Tapi anehnya handphone Febi nggak diambil,” kata Anggita dalam persidangan di PN Jakarta Utara, Jl RE Martadinata, Jakarta Utara, Rabu (11/12).
Anggita mengatakan, John Weku juga sempat mengajak Febi berhubungan intim. Reaksi Febi kala itu terlihat biasa saja. “Febi nanggepinnya biasa aja. Kalau berhubungan atau nggaknya saya nggak tahu. Tapi kelihatan mesra tuh,” papar Anggita.
Selain itu, pengakuan Febi yang mengatakan bahwa uangnya telah diambil senilai Rp 20 juta menurutnya tidak benar. Sebab saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, saldo ATM Febi Rp 0 dan tidak ada transaksi pengambilan uang Rp 20 juta. “Dari awal memang saldonya Rp 0,” katanya.
Febi jugalah yang menemukan kunci borgol sehingga akhirnya mereka terbebas dari sekapan tersebut. Kala itu, John Weku meninggalkan keduanya di kamar hotel dengan posisi terlentang ditutup selimut. “Setelah 2 jam Febi nemuin kunci di selipan tempat tidur. Aneh kan,” kata Anggita.
Menurutnya, John Weku juga meninggalkan secarik kertas bertuliskan ‘saya mau ambil uang’. “Trus saya bilang, nggak mungkin lah pencuri balik,” ujarnya.
Anggita menganggap temannya yang berprofesi sebagai DJ di klub malam di kawasan Bandung tersebut bersekongkol dengan John Weku. “Saya curiganya saya kayak buat tebusan aja,” katanya.(ADT)
anggita sarianggita sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone