Teroris Tangsel Ngumpet Di Kampung Bos Migas?

Lagi Tidur, Ditangkap Densus 88.Situs Mabes Polri D

NONSTOP, NGUMPET-Teroris penembak dua polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata ngumpet di kampung eks bos SKK Migas Rudi Rubiandini. Saat ditangkap si teroris sedang tidur.
Seorang pria yang diduga terlibat dalam penembakan dua anggota polisi di Pondok Aren, Tangsel inisial IP (44) ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Minggu (18/8). IP dibekuk di rumahnya di Kampung Cijeruk Hilir, RT 03/ 01, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sekitar jam 9 pagi.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Ronny F Sompie, membenarkan informasi tentang penangkapan tersebut. Diduga IP adalah jaringan Teroris Tangsel yang melakukan penembakan hingga menewaskan dua polisi. “Masih diperiksa, belum dipastikan. Yang pasti, pengungkapan kasus ini masih dalam proses dan terus kami kembangkan. Kami mohon semuanya bersabar dulu,” ucapnya.
Penangkapan IP disaksikan oleh istrinya, Dede Kurniasih. Begitu dibukakan pintu, petugas langsung duduk di ruang tamu. IP diduga terlibat dalam pengadaan sepeda motor yang digunakan para pelaku penembakan Bripka Ahmad Maulana dan Aiptu Kus Hendratna di Pondok Aren, Tangsel, Banten.
Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Iwan Imam membenarkan ada penangkapan tersebut. “Ya, ada satu orang yang diamankan Densus 88 tadi pagi sekitar 08.00 WIB. Penangkapan tersebut dilakukan Densus 88 tanpa ada koordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota. “Hubungan Densus dengan Polres terpisah, keberadaannya tidak berkoordinasi dengan pihak Polsek dan Polres setempat,” jelas dia.
Seperti diketahui, kalau kampung Ketua SKK Minyak dan Gas Rudi Rubiandini yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap berada di Tasikmalaya. Rumah orangtua Rudi berada di Jalan Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
“Pak Rudi memang sering memberi sedekah. Bahkan, kami pernah dapat sedekah dari dia. Rumah Pak Rudi dengan kampong kami tidak jauh kok. Kalau dia beri santunan banyak warga Kawalu yang dapat juga,” ungkap tetangga IP yang namanya enggan disebutkan.
Sementara rentetan teror penembakan anggota polisi di wilayah Tangsel diduga kuat memiliki keterkaitan dengan jaringan kelompok teroris Poso. Hal ini ditegaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar kepada wartawan, kemarin.
“Dugaan itu dikuatkan oleh kesamaan modus operandi dan jenis peluru yang digunakan pelaku penembakan dengan teroris kelompok Poso. Bisa saja itu, ada alasan ke arah sana (pelaku dari jaringan Poso). Karena menurut informasi yang kami dapatkan, anggota kelompok Poso kembali ke daerahnya masing-masing di Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah, setelah latihan mereka berhasil dibubarkan,” ucap Boy Rafli Amar.
Boy menjelaskan, rentetan penembakan terhadap Aiptu Kus Hendratno, Bripka Ahmad Maulana, Aiptu Patah, dan Aiptu Dwiyatna, sama seperti kasus penyerangan terhadap patroli Brimob di Poso. Ketika itu, kata dia, pelaku menghadang satu regu Brimob Polda Sulawesi Tengah yang sedang berpatroli di kawasan Tambarana. “Seluruh pelaku penembakan di Tangsel dan Poso memakai senjata laras pendek, bukan laras panjang,” imbuhnya.
Selain di Tasikmalaya, Densus 88 juga telah menangkap warga Banyumas, Jateng bernama Imam Safei. Ia diidentifikasi berdasarkan pengembangan penangkapan Kelompok Saepul di Jl Malioboro Yogyakarta. Safei tercatat pernah melakukan latihan militer atau idad di Gunung Salak pada Januari 2013 dan mencari dana bagi kelompok Rohadi.
Safei ditangkap di sebuah warung di Jl Raya Kemranjen, Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Sabtu (17/8) sekitar pukul 09.35 WIB. Safei juga disebut-sebut masuk dalam jaringan yang ingin mengebom Kedubes Myanmar di Jakarta Selatan. Keluarga sudah mencium gelagat Safei terlibat dalam organisasi bawah tanah, karena sering pergi bersama beberapa orang tanpa tujuan jelas.

Teroris Incar Densus 88
Teroris ternyata sedang mengincar Densus 88. Tim anti teror yang dibentuk Mabes Polri ini disinyalir telah membantai jaringan teroris. “Yang diincar itu Densus dan bukan polisi biasa,” terang Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala, yang juga analisis kriminolog Universitas Indonesia (UI).
Serangan terhadap polisi yang terjadi akhir-akhir ini menurut Adrianus, sejalan dengan kegiatan kelompok teroris yang sebelumnya juga mengancam pejabat negara hingga presiden. “Terkait banyaknya aksi teror ini, seluruh anggota polisi bahkan sudah diimbau untuk menghilangkan antribut yang melekat pada kendaraan mereka. Sementara untuk kegiatan patroli juga harus dilakukan miniminal dua orang atau lebih,” tegasnya.
Setelah menangkap tiga pelaku pengendara mobil Toyota Avanza yang akan menabrak polisi saat razia di depan Mapolresta Depok, Jawa Barat. Polisi meringkus tiga pelaku lainnya yang melarikan diri saat polisi melakukan penangkapan. Tak hanya meringkus enam pria tersebut, polisi juga menemukan barang bukti mencurigakan dari dua dalam mobil yang ditumpangi mereka. Barang bukti yang ditemukan antara lain, borgol, tongkat polisi dan korek api yang menyerupai pistol.
“Sampai saat ini masih dalam penyidikan dan sedang di diperiksa. Untuk lebih lanjut saya belum tahu, yang jelas sudah enam orang kami amankan,” kata Kapolres Depok, Kombes Achmad Kartiko, Minggu (18/8).
Para pelaku ini, lanjut Kartiko, tidak ada kaitannya dengan aksi penembakan yang menewaskan dua anggota Polsek Pondok Aren, Tanggerang Jumat malam kemarin. Mereka ditangkap lantaran melarikan diri saat ada razia. “Ada informasi pelaku penembak lari ke Depok, kami langsung menggelar razia. Jadi mereka ini mau menabrak anggota kami yang sedang menggelar razia,” katanya.
Petugas gabungan yang menggelar razia di Jalan Margonda sempat melepaskan enam tembakan ke arah mobil tersebut. Aksi ini membuat situasi tegang. Petugas langsung mengejar. “Saya pikir tadi petasan, ternyata tembakan,” kata Rahmat, salah satu saksi mata.
Giliran Situs Mabes Polri Diserang
Teror terus menghantui polisi. Kali ini yang menjadi sasaran adalah situs Propam Polri di alamat www.propam.polri.go.id sejak pagi hingga saat ini pukul 15:42 (18/8). Tidak jelas apa motif dari peretas menyatroni situs tersebut. Bila situs tersebut dibuka, maka yang tampak hanyalah halaman putih kosong dan dua baris yang berbunyi/Hacked by vYc0d
/Don’t panic guys, lets patch your site ;)
Aksi penyerangan ini juga sempat terjadi pada www.polri.go.id sampai berhari-hari sejak 19 Mei 2013. Situs tersebut sama sekali tidak bisa diakses hampir sebulan dan yang tampil di laman tersebut adalah “The connection was reset”.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar melanjutkan, intensitas ancaman bagi anggota kepolisian yang tengah bertugas di lapangan, mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
“Eskalasi ancaman itu semakin tampak dengan sejumlah kasus penembakan polisi dalam jangka waktu berdekatan. Dengan adanya peristiwa penembakan terhadap anggota kami, tentu diwajibkan pada para jajaran senantiasa waspada. Karena kasus itu bukan terjadi tahun ini saja, tapi juga tahun 2012. Peristiwa-peristiwa itu, bagian tak terpisahkan dan perlu dicermati,” tutur Boy.
Selain waspada, Boy juga meminta petugas kepolisian harus siap menerima tantangan dan segala risiko yang mungkin terjadi di lapangan. “Ada dinamika tantangan bagi kami. Tapi, dalam kondisi apapun, anggota harus eksis di lapangan. Eskalasi ancaman terhadap anggota memang ada peningkatan,” tandasnya.
Berikut kasus penyerangan anggota polisi. 1. Mapolsek Hamparan Perak diserang pada Rabu 22 September 2010, dini hari. Penyerangan dilakukan oleh kelompok teroris menggunakan senjata api. Akibat kejadian, tiga polisi tewas diterjang peluru yang dilepaskan oleh kawanan teroris.
2. Terjadi serangan bom bunuh diri di Mapolres Cirebon, Jawa Barat, Jumat 15 April 2011. Pelakunya adalah Muhammad Syarif Astana Gharif. Pelaku meledakkan bom di Masjid Adzikra yang berada di dalam Kompleks Mapolres Cirebon. Bom diledakkan saat Salat Jumat akan dimulai. Syarif tewas mengenaskan dengan isi perut terburai. Sementara sejumlah orang yang ikut Salat Jumat di dalam masjid itu terluka.
3.Serangan di Pos pengamanan Lebaran, Gemblengan, Solo Jumat 17 Agustus 2012. Pos Pam ditembaki oleh orang tak dikenal. Akibatnya, 2 polisi mengalami luka tembak. 4. Serangan di Pos pengamanan Gladak, Solo, 18 Agustus 2012. Pos Polisi Gladak dilempari granat oleh orang tak dikenal.
5. Serangan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah. Bripka Dwi Data Subekti yang sedang bertugas tewas tertembak. Densus 88 pun berhasil menembak mati 2 terduga teroris yang diduga melakukan rentetan serangan pos polisi di Solo.
6. Serangan di Pos Polisi Tasikmalaya, Senin 13 Mei 2013. Pos polisi dilempar bom rakitan. Satu polisi terluka. Sementara, 1 teroris ditembak mati dan 1 lainnya ditangkap. 7. Penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Aiptu Kus Hendratno dan Bripka Amhad Maulana, Jumat (16/8). Keduanya tewas dengan luka tembak.
8. Penembakan Aiptu Patah, kejadian sekitar pukul 04.30 WIB, Sabtu (27/7) di Jalan Cirendeu Raya. Beruntung, Aiptu Patah bisa terselamatkan. 9. Aiptu Dwiyatna anggota Babinkamtibmas Polsek Cilandak, tewas ditembak di Jalan Otista Raya tidak jauh dari Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Rabu (7/8) sekitar pukul 04.30 WIB.(OTK/RFS/ADT)

sket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone