Tarif Ceramah Ustadz Solmet Termahal

Nonstop, Mahal- Ustadz Soleh Mahmud (Solmed) kembali diterpa isu miring, dai kondang lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu dituding menaikkan tarif seenaknya dengan harga selangit hingga 150 juta rupiah. Ulama mengacam dan meminta umat jangan mau dibodohi.

Kabar ini tersiar setelah sebuah media berbahasa Indonesia di luar negeri memberitakan soal pembatalan sepihak Ustadz Solmed dalam acara tabliq akbar di Hong Kong. Dalam pemberitaan itu, Solmed dituding meminta bayaran yang sangat tinggi.

Menyikapi hal ini KH Agus Darmawan berharap agar dai-dai muda berhati-hati dalam bersikap dan berbuat. Pasalnya, mereka merupakan panutan dan menjadi tauladan buat umatnya. Oleh kerena itu menurut Agus, jangan sampai ustadz mematok dan memasang tarif apalagi dengan harga selangit. Karena bisa dituding mencari nafkah dari berdakwah. “Ustadz itu tidak perlu menentukan nominal. Ustadz harus punya usaha lain. Dan kawah itu tidak boleh menjadi mata pencarian, dakwah itu dilakukan oleh dai dengan harta dan jiwa mereka,” katanya saat dihubungi Nonstop (12/8).

Agus juga berpesan, umat juga jangan bodoh dan berpesan agar meningkatkan kualitas dai atau ustadz yang akan diundang dalam acara tabliq akbar. ”Saran saya usahakan dai-dai yang diundangnya merupakan atau ulama yang berkelas. Agar apa ? agar ada peningkatan keilmuan yang bermanfaat untuk bekal dunia dan akhirat. Contoh seperti kajian tafsir Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab,” harapnya.

Sementara itu menyikapi hal ini, Solmed mengatakan kalau dirinya tidak meminta bayaran saat berdakwah. Dia menegaskan kalau dia berdakwah tidak pernah meminta tarif apalagi dengan bayaran yang mahal.

Soal kasus yang di Hong kong menurutnya, jamaah yang hadir dimintai tarif untuk membayar kehadiran dirinya mengisi ceramah. ” Saya dakwah, saya tidak pernah minta bayaran, tapi jangan dibisnisin. Yang di Hong kong itu jamaah disuruh bayar, saya nggak mau, saya yang protes. Saya bilang kalau Anda masih bayar, saya nggak mau datang,” jelasnya di Bandara Soetta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Senin (12/8).

“Anda bayangkan, kita dakwah ikhlas, tahu-tahu sampai di lokasi, itu jamaah disuruh bayar, saya hitung-hitung itu bisa sampai dapat Rp 150 juta rupiah. Begitu yang kedua kali. Saya bilang catatannya saya mau ceramah asal Anda gratisin, Anda nggak usah bayar saya, saya akan dakwah, ternyata mereka nggak mau. Itu bisnis mereka. Nggak mau saya, saya batalin,” bebernya.

Pembatalan yang dia lakukan lantaran memang tidak pernah ada perjanjian tertulis antara dirinya dengan pihak pelaksana atau EO yang ada di Hong kong. Jadi menurutnya hal tersebut tidaklah melanggar.

“Memang sudah saya cancel. Cancel sama membatalkan sepihak itu beda. Membatalkan sepihak itu kalau semua sudah ditanda tangani lalu dibatalkan. Ini kita masih musyawarah, nggak ketemu titik ketemunya,” tutupnya. (ASP)

solmed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone