Rano Karno ‘Dipasung’ Gubernur Banten Atut

NONSTOP, RIBUT-Duet Ratut Atut Chosiyah-Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sepertinya sudah tidak harmonis. Kabarnya, Rano Karno berencana mengundurkan diri, karena Atut melarangnya untuk tampil di publik alias dipasung.
Yang mengungkapkannya adalah kolega Rano Karno yang juga calon Walikota Tangerang, Dedi “Miing” Gumelar.
“Rano pernah ada niat mengundurkan diri dari Wakil Gubernur Banten. Saya tidak tahu alasannya. Mungkin dia tidak mendapatkan tugas sebagai wakil secara proporsional,” kata Miing, Selasa (23/7).
Sepertinya keinginan pemeran Si Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini tidak main-main. Rano sudah menceritakan rencananya itu kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnopoutri, dimana dia bergabung di dalam partai tersebut.
Mega sendiri, lanjut Miing, tidak merestui keinginan Rano Karno, dan meminta untuk bersabar.
Pasangan Ratu Atut-Rano Karno dilantik sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Banten pada 11 Januari 2012 lalu. Mereka berhasil terpilih setelah mengalahkan pesaing-pesaingnya, yaitu Wahidin Hali-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki.
Tak hanya tidak diberi tugas yang semestinya. Tambah Miing, Rano juga dilarang berhubungan dengan media. Karena sikap Atut yang seperti itu, Rano merasa terkekang. “Dia tidak diberi akses berbicara ke media,” ungkap mantan pelawak yang pernah bergabung dengan grup Bagito ini.
Menanggapi isu itu, asisten pribadi dan juga adiknya Rano Karno, Suti Karno membantahnya.
“Iyu hanya isu saja. Abang saya tidak pernah diliput atau pernyataan untuk mundur dari Wakil Gubernur Banten,” kata Suti Karno saat dihubungi melalui telepon.
Dimana Rano Karno sekarang ini? Diungkapnya, abangnya itu sedang menuju ke negara Belanada untuk mendampingi grup marching band yang akan berlomba mewakili Provinsi Banten. “Dia berada di Belanda selama 12 hari,” jelas wanita yang akrab disapa Atun ini.
Begitu juga hubungan abangnya dengan Gubernur Atut, setahu dirinya baik-baik saja. “Sebagai bukti mereka harmonis saja, abang saya mendampingi peserta marching band ke Belanda,” tegasnya.
Meski membantah, Suti Karno berencana akan menanyakan kebenaran isu ini ketika Rano Karno kembali dari negeri Kincir Angin.
Rupanya tidak hanya Miing saja yang mengetahui rencana Rano Karno hendak mundur dari jabatan Wakil Gubernur Banten. Partai Golkar, dimana Atut bergabung juga sudah mendengar ketidakharmonisan antara Rano dengan Ratu Atut.
“Saya sudah lama mendengar rumor itu. Tapi mundur itu tidak bijak dan mencederai amanat rakyat Banten. Saya sarankan Rano bertahan sampai masa jabatannya selesai,” kata juru bicara Partai Golkar, Tantowi Yahya.
Menurutnya, masalah yang sedang dialami Ratu Atut dan Rano, juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ia mencontohkan keributan antara mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan wakilnya Prijanto, dan ketidakserasian antara mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri dengan wakilnya Dicky Chandra.
Berbeda dengan Prijanto yang tidak direstui oleh DPRD DKI untuk mengundurkan diri. Aktor Dicky Chandra berhasil mendapat restu dari DPRD Kabupaten Garut untuk pension dini.
“Ini kan bisa diselesaikan dengan baik-baik. Apalagi Atut sudah dua periode, jadi harus ada transfer of power,” tuturnya.
Agar tidak terjadi kembali kesalahpahaman kembali, Tantowi menyarankan harus ada pembagian jelas antara Gubernur Banten dengan wakilnya. Menurutnya, Atut dan Rano Karno harus meniru kerja ketika Presiden dan Wakil Presiden masih SBY-Jusuf Kalla.
“Pola kerjasama antara Presiden SBY dengan Wapres Jusuf Kalla harus jelas. Kalau perlu ditulis secara hitam di atas putih agar tidak terjadi kekisruhan seperti ini,” tandasnya.

Rano Incar Posisi Gubernur Banten
Ada kecurigaan sikap ngambek Rano Karno ada kaitannya dengan ketakutan Ratu Atut akan sepak terjang sang aktor yang memungkinan mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten pada Pilkada 2017 mendatang.
“Kelihatannya memang ada proyeksi 2017. Sedangkan Ratu Atut sudah mempersiapkan saudaranya untuk menggantikan dirinya,” kata Miing.
Diungkapkannya, kekhawatiran Atut bukan tanpa alasan. Karena, berdasarkan survei, elektabilitas Rano Karno terus naik setelah pelantikan. “Rano memang sangat potensial menjadi Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut,” tuturnya.
Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi mengaku belum mendengar kekisruhan tersebut. “Saya belum mendengar isu tersebut,” katanya.
Soal ketakutan Ratu Atut, bahwa Rano akan menggantikannya di Pilkada Banten 2017 mendatang, ia enggan berandai-andai. “Pemilu 2014 saja belum digelar, masa sih kita harus ngomongin Pilkada Banten yang masih lama. Terlalu mengada-ada,” tukasnya.
Rano Karno mulai merambah ke kancah politik sejak tahun 2007 silam. Saat itu Rano sempat menyatakan diri akan maju di Pilkada DKI Jakarta bersaing dengan Fauzi Bowo menjadi Wakil Gubernur. Namun alasannya apa, Rano membatalkan pencalonannya itu.
Di tahun yang sama, Rano maju di Pilkada Kabupaten Banten. Di ajang itu, ia terpilih mendampingi Ismet Iskandar sebagai Wakil Bupati Tangerang.
Di tahun 2011, Rano mengundurkan diri untuk berpasangan dengan Ratu Atut sebagai Cagub/Cawagub Banten, dan hasilnya pasangan ini terpilih.(NDI/OTK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone