WANITA DISEKELILING AHMAD FATHANAH

SEDIKITNYA ada empat perempuan terseret dalam kasus korupsi anggaran pengadaan daging sapi impor. Dari mahasiswi, ibu rumah tangga, artis, sampai model seksi ikut merasakan uang haram tersebut.
Pertama, mahasisiwi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan bernama Maharany Suciyono. Rany, panggilan perempuan ini, ikut ditangkap KPK karena sedang berduaan dengan Ahmad Fathanah di sebuah kamar di Hotel Le Meridien pada Januari 2013.
Saat ditangkap, ditemukan uang tunai Rp 10 juta di dalam tas perempuan ini. Kepada penyidik KPK, Rani mengaku uang itu diberi Fathanah sebagai imbalan dirinya telah menemani orang kepercayaan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq itu.
Tak sampai sehari, KPK kemudian membebaskan Rani, karena dinilai tidak terkait kasus korupsi ini.
Kabar dirinya ditangkap saat sedang berada di dalam kamar hotel, dibantah Rani. Jelasnya, dia ditangkap saat berada di kafe hotel tersebut.
Perempuan lainnya adalah Sefti Sanustika (25), istri muda Ahmad Fathanah. Keberadaannya diketahui saat KPK menggeledah Apartemen Margonda Residence, Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (31/2) lalu.
Fathanah menyewa salah satu kamar di apartemen itu untuk istri mudanya seharga Rp 3 juta perbulan sejak November 2012. Informasi yang diperoleh, Ahmad Fathanah miliki 5 istri dan 11 anak. Sefti juga pernah menjenguk suaminya di KPK pada 7 Maret lalu.
Sefti yang saat itu sedang hamil 8 bulan mengaku tidak tahu menahu mengenai pekerjaan suaminya.
Wanita berjilbab ini juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq karena dianggap mengetahui pencucian uang mantan Presiden PKS itu.
Sepak terjang Ahmad Fathanah yang berhubungan dengan perempuan tidak berhenti. Giliran artis cantik Ayu Azhari yang dimintai keterangan KPK.
Diketahui, perempuan bernama lengkap Siti Khadijah Azhari ini pernah menerima uang dari Fathanah sedikitnya tiga kali, masing-masing 800 Dolar Amerika, 1.000 Dolar Amerika, dan Rp 10 juta.
Kepada penyidik KPK, Ayu membeberkan bahwa Fathanah menghubunginya untuk diundang dan ikut memeriahkan kegiatan pilkada yang diikuti PKS.
Karena dihubungi, Ayu kemudian bertemu dengan Fathanah sebanyak dua kali, yakni di Plaza Indonesia dan Pacific Place.
Tak ingin dirinya dikatakan terlibat, Ayu mengembalikan seluruh uang yang diterimanya dari Ahmad Fathanah kepada KPK.
Yang teranyat, model seksi Vitalia Sesha. Perempuan ini mendapatkan kucuran dana dari Fathanah sekitar Rp 300 juta. Uang itu digunakan untuk membeli mobil Honda Jazz warna putih dan jam tangan mewah.
Namun, melalui manajernya, Yuni, Vitalia membantah memiliki hubungan spesial dengan Ahmad Fathanah. Dia mengaku hanya sebatas teman biasa saja.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsjah mengatakan, antata politik dan wanita bukan hal yang baru. “Sudah sejak zaman Orde Baru, antara politik dengan wanita sering terdengar,” ucapnya.
Bedanya, di zaman Orde Baru, permasalahan ini sangat dijaga dan tertutup rapat. Berbeda dengan saat ini yang terkesan diumbar dan kebablasan.
Berkaca dari kasus Ahmad Fathanah, maka dapat disimpulkan, politisi di Indonesia, tidak terkecuali dari kalangan partai politik berbasis Islam, tidak kuat dengan godaan wanita.
Iberamsjah menyarankan kepada PKS untuk segera membersihkan partainya dari kader-kader atau orang-orang di sekitarnya yang suka main perempuan. “Kalau tidak, peraihan suara PKS akan merosot di Pemilu 2014,” tandasnya.(ASP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone