Bekas Presiden PKS Nikahi Siswi SMK ?

Sedang Diburu KPK. Luthfi Sering Nginap

NONSTOP, ABG-Ada kabar yang mengejutkan terkait mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Tersangka kasus korupsi daging sapi impor ini digosipkan telah menikah sirri dengan seorang siswi setingkat SMK bernama Darin Mumtazah.
Seorang tetangga Darin di Jalan Bhineka Raya, RT 010.09, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, Darin memiliki ciri-ciri berhidung macung, bermata bulat, dan beralis tebal.
“Anaknya cantik, keturunan Arab. Rambutnya ikal sebahu dan kulitnya putih. Nama ayahnya Ziad dan ibunya dipanggil Umi. Orangtuanya berjualan pakaian di Kebon Nanas,” kata warga ini.
Lanjutnya, Darin dan keluarganya tinggal di sebuah rumah mewah yang dikontraknya sejak delapan bulan yang lalu. “Rumah itu terletak di pinggir jalan,” jelasnya.
Ketua RT setempat, Deddy membenarkan Darin tinggal bersama orangtuanya di rumah tersebut. “Ayahnya asal Jakarta, sedangkan ibunya keturunan Arab-Cirebon. Mereka tinggal di rumah itu sejak delapan bulan yang lalu dengan mengontrak seharga Rp 125 juta selama dua tahun,” tuturnya.
Selama tinggal di daerah itu, kata Deddy, Darin dan keluarganya jarang bergaul dengan masyarakat sekitarnya. “Kalau menemui saya, orangtuanya hanya sebentar saja untuk membayar uang keamanan dan kebersihan,” ungkapnya.
Sebulan yang lalu, Deddy menceritakan lagi, dirinya dititipkan oleh KPK surat pemanggilan untuk Darin. Surat itu lalu diserahkan Deddy ke ibundanya Darin. “Sudah saya kasih ke ibunya. Setelah menerima surat itu, keluarga Darin semakin sulit ditemui,” imbuhnya.
Darin Muntazah dipanggil KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Namun, hingga dua kali pemanggilan, dia tidak datang.
Ibunda Darin Mumtazah yang akrab dipanggil Umi membantah anaknya telah menikah sirri Luthfi Hasan Ishaaq.
Saat ditanya kenapa Darin tidak memenuhi panggilan KPK, dengan nada ketus Umi mempertanyakan kenapa KPK tidak memanggil istri-istri Luthfi Hasan yang lain.
“Dia (Luthfi Hasan Ishaaq) kan punya istri pertama, kedua dan ketiga. Kenapa tidak mereka yang dipanggil. Saya akan pasang badan anak saya,” katanya dengan nada ketus.
Ditegaskannya, anaknya masih berstatus pelajar dan tidak tahu menahu tentang kasus korupsi yang menjerat Luthfi, sehingga tidak perlu disangkutpautkan.

Luhtfi Sering Menginap
Gosip pernikahan sirri antara Luhtfi Hasan Ishaaq dengan Darin Mumtazah menggegerkan warga di sekitarnya. Tetangga Darin yang tadi mengaku kerap melihat mantan Presiden PKS bertandang dan menginap di rumah Darin. “Kalau datang sekitar jam lima sore. Pulangnya pagi hari,” terangnya.
Ia yakin orang yang datang itu adalah Luhtfi Hasan Ishaaq karena memiliki kesamaan ciri-ciri dengan orang yang ditahan KPK. “Saya hafal dengan wajah Pak Luhtfi. Kalau datang terkadang menggunakan mobil VW Caravelle hitam atau Mazda CX yang berwarna putih,” bebernya.
Dari keterangan pembantu keluarga itu, tambahnya, setiap kali bertandang ke rumah tersebut, Luhtfi selalu ditemani dan kemudian berduaan dengan Darin.
Bagaimana dengan keseharian Dari Mumtazah? Sumber ini mengatakan, setiap kali berangkat ke sekolah, wanita muda ini mengendarai sendiri mobil Nissan Livina.
Kalau ke sekolah, Darin Darin selalu mengenakan jilbab. Namun saat jalan-jalan, dia terkadang membiarkan rambutnya terurai.
Pengacara Luthfi Hasan Ishaaq, M Assegaf mengaku tidak tahu persis seperti apa hubungan kliennya dengan siswi kelas tiga SMK itu. Begitu juga dengan Sekjen PKS, Taufik Ridho. “Istri pertamanya saja saya tidak kenal,” kata Ridho.
Hal senada dikatakan Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nurwahid yang tidak mengenal Darin. “Namanya tidak dikenal di lingkungan PKS,” ucapnya.

Tuntutan Bubarkan PKS
Kasus korupsi yang sedang menghantam PKS membuat para pendirinya gerah. Wacana membubarkan partai tersebut mengumandang.
Salah pendiri PKS, Yusuf Supendi mengatakan, kehadiran Ahmad Fathanah dalam kasus korupsi ini mengancam eksistensi dan kredibiltas PKS. “Tindakan Ahmad Fathanah yang mengaku sebagai orang PKS bagaikan halilintas di siang bolong. Pukulan telah bagi PKS dan sangat ironis,” katanya.
Ia menyarankan kepada seluruh kader PKS untuk melakukan evaluasi secara jujur dan obyektif, lalu mengambil sikap tegas. “Bagaimana dengan nasib dakwah jika PKS membubarkan diri atau dibubarkan oleh masyarakat karena PKS terbukti menerima aliran dana haram atau korupsi,” tandasnya.
Ia pesimistis, meski elit PKS membantah mengenal atau memiliki hubungan dengan Fathanah, fakta persidangan mengatakan bahwa elit-elit PKS kenal dengan Fathanah.
Kalaupun harus dibubarkan, Yusuf menyarankan aset-aset yang diambil dari PKS diberikan ke fakir miskin.
Wacana pembubaran partai ditanggapi oleh Presiden PKS Anis Matta. Ia menegaskan, masalah yang menjerat Luthfi Hasan Ishaaq harus dipisahkan dengan partai. “Sehingga wacana pembubaran PKS tidak relevan,” imbuhnya.
Anis menegaskan, orang-orang yang memunculkan wacana pembubaran itu sudah tidak lagi di PKS.
Kasus yang menjerat Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah ini mendapat perhatian dari Aliansi Waria Anti Korupsi (AWAK). Mereka menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).
Para warian ini membentangkan spanduk yang bertuliskan sindiran kepada KPK. “Helo KPK, Kalau Nggak Berani Tuntasi Kasus Korupsi. Mending Jadi Banci Kaya Kita Cin..”.
Selain itu, mereka juga memberikan KPK bedak, pembalut wanita, bra, minyak wangi, hingga obat kuat. Barang-barang tersebut dibungkus dengan plastik transparan. “Supaya KPK kuat,” kata seorang waria bernama Melly.(OTK/ASP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone