BANJIR TANGIS DI NISAN UJE

Sudah 3 hari, Ustadz Jefri Al Buchori (Uje) dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Namun, hingga kini peziarah terus berdatangan ke makam Uje untuk berdoa.
Tak hanya itu, lokasi tempat jatuhnya Uje di Pondok Indah terus didatangi oleh warga, mulai dari menaruh karangan bunga hingga berdoa di lokasi tersebut.
Sejak Minggu (28/4) pagi, makam Uje terus didatangi peziarah dari berbagai daerah. Mereka datang mulai dari Bekasi, tangerang, Sentul, Bogor bahkan dari luar Pulau Jawa. Tak hanya orang dewasa saja, banyak anak-anak yang juga turut mendoakan Uje di pusaranya.
“Saya datang ini untuk berdoa di Makam Uje. Saya sangat mengagumi Beliau dan sangat senang mendengarkan tausiahnya,” ujar Iwan, warga Cilincing, Jakarta Utara itu.
Senada, Dadi (51), pria paruh baya ini sengaja datang dari Bekasi untuk berziarah ke makam Ustaz favoritnya itu.
“Saya dari Bekasi jam 10 sengaja ini mau ziarah,” ujar Dadi ditemui di lokasi pemakaman Uje, TPU Karet Tengsin Jakarta Pusat, Minggu (28/4).
Pria yang mengaku tidak pernah melewatkan siaran tausiyah Uje di televisi ini pun merasakan kehilangan yang sangat mendalam.
“Sedih sekali saya. Saya enggak menyangka Uje cepat dipanggil Allah,” tuturnya sambil menahan isak tangis.
Tak hanya di makam, rumah Uje juga terus didatangi warga yang terut berduka cita akan meninggalnya ustadz gaul itu.
Di malam ketiga tahlilan, rumah Uje didatangi ribuan warga yang ingin mengikuti pengajian tersebut. Mobil dan sepeda motor terparkir memenuhi jalan-jalan menuju rumah pria yang akrab disapa Uje.
“Masih ramai, ada yang parkir di depan kompleks, ya lumayan jauh jalannya,” ujar seorang warga yang menjaga area parkir.
Karena banyaknya pelayat yang datang, pihak keluarga menyediakan tikar-tikar sampai ke jalan di sekitar rumah Uje, itupun masih tetap menyisakan pelayat yang harus berdiri. Bahkan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali ikut dalam tahlilan tersebut.
Sementara di tempat jatuhnya Uje juga dipenuhi sekuntum bunga mawar. Seorang bocah bernama Neyta (7), menaruh 3 tangkai bunga warna putih di pohon palem yang dihantam sepeda motor Uje. “Mau antar bunga buat Uje,” ujar Neyta malu-malu.
Bocah cilik yang masih duduk di kelas 2 SD, datang jauh-jauh dari rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, bersama ayah dan pengasuhnya, untuk meletakkan bunga sebagai tanda berduka cita atas meninggalnya ustad gaul yang akrab disapa Uje.
Sambil memeluk ayahnya, Neyta mengaku kagum akan sosok Uje. Ia juga mengaku sering melihat Uje dari tayangan-tayangan ceramahnya di televisi. “Suka, sering liat di tivi,” ucapnya polos.
Neyta hanyalah satu dari ribuan warga yang merasa kehilangan sosok Uje, seorang ustad yang dikenal lugas saat menyampaikan materi ceramahnya.(ASP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone